June 27, 2016

Grateful

Posted by Annisa Rizki Erastiani at 12:44 PM 0 comments
Sebulan terakhir ini gue merasa sangat amat mendapat banyak berkah.
Banyak perubahan positive yang gue rasain, juga energi positive yang amat besar yang gue dapatkan.
Alhamdulillah. Itu semua membuat gue bisa belajar lebih lagi tentang arti "bersyukur".
Di post ini, gue akan bahas satu dari banyak berkah yang membuat gue sangat bersyukur.

Mungkin, gue pernah atau sering bahas tentang kecewa.
Lalu gue belajar untuk menerima dan berdamai dengan itu.
"Hasil tidak pernah mengkhianati proses."
"Apa yang kamu lakukan atau berikan dengan ikhlas maka Tuhan akan memberikan lebih dari itu."
Those are a few good sentences mostly I heard.
Klise memang.
Tapi gue percaya karena gue merasakan kalimat itu benar-benar terbukti.


Just found this from my friend;
"Bersyukur membuat kedua insan yang saling jatuh cinta akan menghentikan 'perjalanannya' dan mensyukuri dia yang mensyukuri diri.
Mereka tau mata tidak mungkin memperlihatkan hal yang sudah lalu.
Mereka menyiarkan situasi langsung/terjadi sekarang.
Artinya penglihatan menyarankan hati dan otak untuk mensyukuri apa yang kamu hadapi sekarang, agar bahagiamu bersama dirinya tidak terlambat disadari dan dirasakan.
Jika ada yang salah dari suatu hubungan, jangan berpikir ketidakcocokan, tetapi tanya dirimu sendiri, sudah sebanyak apa syukurmu dengannya dan dengan-Nya."
-Muthia Salsabila

It reminds me to advice from one of my closed friends when I always complain about my life and tell her that I just afraid about marriage and will gettin' late to havin' it when all my friends had plan of it or talkin' about that;
"Nanti juga ada waktunya kok. Kalo lo udah nemuin orang yang tepat, lo pasti gak akan berpikir kayak gitu. Tunggu aja, nikmatin prosesnya."

Yes, we can learn so many lessons from sharing and reading. That's why I'd loved to havin' a good conversation with someone or reading posts on any media.


XOXO

June 6, 2016

Kecewa; Ikhlas

Posted by Annisa Rizki Erastiani at 11:53 AM 1 comments
Pernah ngerasain kecewa?
Kecewa sama Tuhan kenapa kita diberikan rasa kecewa.
Saya pernah.
Salah? Iya saya tau. Saya pernah merasa kecewa dengan kekecewaan yang diberikan Tuhan kepada saya, tapi Tuhan pula yang membuka mata saya terhadap rasa kecewa yang saya rasakan.
Dengan hal itu saya paham saya salah.
Saya bukan penganut agama yang fanatik. Iya saya berhijab, tapi itu beda konteks karena hal tersebut merupakan kewajiban wanita di agama yang saya anut. Bisa membedakan?
Okay saya gamau bahas soal agama.

Tuhan tidak pernah memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kemampuan umatNya.
Sebesar apapun rasa kecewa yang diberikan Tuhan, pasti akan mampu dilewati.
Tuhan memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
Rencana Tuhan itu jauh lebih indah daripada rencana manusia.
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya kan?


"Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah.
Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar."

"Mungkin agar kita lebih siap,
juga mungkin agar kita lebih pandai bersyukur."
-Tere Liye

Struggle dari kekecewaan bisa mengajarkan untuk menjadi lebih kuat.
Merasakan kecewa bisa menjadikan pribadi lebih dewasa.
Menerima kekecewaan bisa mengajarkan hikmah yang sesungguhnya dari kata ikhlas dan bersyukur.
Dan masih banyak lagi, dengan merasa kecewa menjadikan seseorang menjadi lebih baik atau bahkan menjadi lebih dekat dengan Tuhan.
Itu semua menurut pendapat saya, mungkin orang lain punya pendapat yang berbeda.

"Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. 
Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya." -Tere Liye

Setelah mendengar banyak cerita dan sharing dengan banyak orang, ternyata orang-orang yang menurut kita hidupnya sempurna pun pasti pernah merasakan kecewa.
Pertama kali saya merasakan kecewa membuat saya belajar menjadi perempuan yang lebih kuat.
Maksudnya bukan kuat fisik ya.
Kekecewaan selanjutnya membuat saya introspeksi diri dan menyadari bahwa banyak hal dalam diri saya yang harus dibenahi.
Dulu saya jauh dari kata dewasa. Semua mendahulukan emosi, baik dalam bersikap maupun mengambil keputusan. Ternyata itu gak baik. Tapi saya gak bilang kalau saya sekarang sudah dewasa ya, saya masih dalam tahap proses menuju dewasa. 
Kecewa yang saya rasakan terakhir kali mengajarkan saya banyak hal tentang ikhlas.
Awalnya ikhlas untuk menerima rasa kecewa itu, setelah itu belajar banyak untuk ikhlas menerima segala hal yang terjadi setiap harinya.
Ikhlas juga membuat kita untuk terus positive thinking terhadap apapun.
Setelah itu, baru saya belajar untuk mengerjakan segala sesuatu dengan ikhlas dan pasrah dengan hasil yang sudah saya lakukan karena segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti ada berkahnya. Mau itu dirasain langsung atau gak langsung.
Dengan ikhlas kita juga bisa merasakan kedamaian dalam diri kita sendiri.


"Karena segala sesuatu yang baik, selalu tiba di waktu terbaiknya. Tidak datang lebih cepat, pun tidak lebih lambat." -Tere Liye

Hikmah dari keikhlasan yang saya rasakan akhir-akhir ini sangat luar biasa.
Tiba-tiba saya mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang saya ikhlaskan, dengan cara yang tidak diduga-duga.
Iya, tidak pernah diduga sama sekali, cara dan prosesnya.
Saya gak pernah lagi kecewa dengan kekecewaan yang ada di hidup saya.
Saya bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk merasakan kecewa.
Semua saya jadikan pelajaran untuk terus menjadi lebih baik.
Semoga begitupun dengan yang lain.


XOXO
 

POKEISES Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos