gak kerasa udah setahun yang lalu sweet 17th dinner and now I'm 18th!semakin dewasa atau semakin sedikit umur kita?
tentu bagi gue harus semakin dewasa ya. mungkin ini bukan hari terindah, atau bahkan yang terburuk.
tanggal 19, yang ngucapin pertama kali orang yang gak pernah diduga, pagi-pagi mama dateng ke kost-an terus makan siang bareng, temen-temen ngucapin di kelas di 123 bbm di wall fb di mention twitter, kumpul sama keluarga buat makan malam, nyoba naik commuter line pertama kali cuma buat pulang ke rumah buat kumpul sama keluarga, bahagia itu sederhana kan?
gue tetep dapet kue tart favorit gue meskipun bukan dari orang yang di harapkan. kado? dari keluarga menyusul, tapi tas yang gue idam-idamkan selama ini sudah tiba ada di kamar, furla pink&celine pink. yeay!
I think it will never happen again to me, in fact, it happened to me, AGAIN. mungkin ini lebih parah.
rasa takut balik lagi. takut buat mulai hal baru. takut buat membuka diri. singkatnya, trauma.
orang yang kita anggap baik aja selama hampir 6bulan bisa jadi menyakitkan hanya dalam waktu beberapa hari. what do you think?
pain makes us strong. pain is a maturation. someone told me, "hidup itu perpindahan dari rasa sakit ke rasa sakit yang lain" it means rasa sakit itu wajar kan? entah dengan apapun alasannya.
tugas kita sekarang adalah move on from that pain, semua berawal dari diri kita kok, how we can survive, how we can face that all and can we.
ikhlas, itu kunci utamanya sih. apapun kalo lo ikhlas nerima dan ngejanainnya pasti akan ada aja kok keajaiban yang terjadi.
keterima jadi Kominfo di HME dan Public Relation di UKM Poros(radio kampus) juga hadiah loh. alhamdulillah:)
So, the point is, bahagia itu tergantung balik lagi ke diri kita masing-masing, karena kebahagiaan itu sifatnya ga mutlak dan yang buat ya diri kita sendiri. hidup gak seindah yang di cerita, film dan sebagainya. kita dewasa karena rasa sakit, untuk bangkita dari rasa sakit ya kita harus bahagia dan kita harus ciptain kebahagaan kita sendiri.


